MARIA DALAM KITAB SUCI PERJANJIAN BARU : INJIL LUKAS

 

Panggilan Maria (Lukas 1:26-38)

Kisah ini dikenal sebagai Khabar Gembira kepada Maria, di mana Allah mengungkapkan rencana keselamatan-Nya yang dimulai dalam Perjanjian Lama (PL) dan digenapi dalam Perjanjian Baru (PB) melalui Yesus Kristus. Dalam teks ini, meskipun Maria sangat diperhatikan, fokus utama tetap pada Yesus.

Panggilan Maria dimulai dengan salam dari Malaikat Gabriel, yang menyampaikan kabar gembira. Nama Gabriel juga muncul dalam kitab Daniel, di mana ia membawa berita pembebasan bagi bangsa Israel. Sekarang, Gabriel datang untuk memberi kabar gembira yang lebih besar, yaitu pembebasan bagi seluruh umat manusia. Dengan kabar ini, Maria dipanggil untuk berperan dalam sejarah keselamatan.

Malaikat Gabriel menyapa Maria dengan kata-kata, "Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau" (Luk 1:28). Ini menunjukkan bahwa Maria dipilih oleh Allah untuk tugas yang sangat penting.

Kunjungan Maria kepada Elisabeth

Elisabeth tinggal di Ain-Karim, dekat Yerusalem. Ketika Maria mengunjungi Elisabeth, ada paralel yang menarik dengan kisah Tabut Perjanjian yang dibawa ke Yerusalem. Ketika Tabut Perjanjian datang, rakyat Israel bersukacita, dan ketika Maria tiba, Elisabeth dan bayi dalam rahimnya, Yohanes, juga bergembira. Elisabeth menyapa Maria dengan kata-kata yang mirip dengan ungkapan Daud ketika menyambut Tabut Perjanjian. Ini menunjukkan bahwa Maria adalah tempat kehadiran Allah yang baru, sama seperti Tabut Perjanjian.

Elisabeth menyatakan bahwa Maria diberkati di antara semua wanita, menunjukkan bahwa Allah memberkati Maria untuk melaksanakan rencana keselamatan-Nya. Maria percaya bahwa semua yang dikatakan Tuhan akan terjadi, dan ini menjadikannya sebagai contoh iman yang kuat.

Magnificat (Lukas 1:46-56)

Magnificat adalah ungkapan syukur Maria karena dipilih Allah untuk menjadi ibu Penyelamat. Ini mirip dengan pujian yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh dalam PL, seperti Hanna ketika melahirkan Samuel. Puji-pujian ini mencerminkan rasa terima kasih bangsa Israel atas karya keselamatan Allah.

Kelahiran Yesus di Betlehem (Lukas 2:1-20)

Dalam kisah kelahiran Yesus, peran Maria sangat jelas. Lukas menyebut Maria sebagai "tunangan Yusuf," menegaskan keperawanan Maria. Ketika Yesus lahir, Maria membungkus-Nya dan menempatkan-Nya di palungan, menunjukkan perannya sebagai ibu yang penuh kasih.

Maria juga digambarkan sebagai sosok yang merenungkan semua peristiwa yang terjadi, menunjukkan bahwa ia adalah murid yang setia. Ia menyimpan misteri Yesus dalam hatinya, meskipun tidak sepenuhnya memahaminya.

Presentasi Yesus di Kenisah (Lukas 2:21-40)

Sebagai orang Yahudi yang taat, Maria dan Yusuf mempersembahkan Yesus di kenisah sesuai dengan hukum Yahudi. Ini menunjukkan ketaatan mereka terhadap kehendak Allah. Maria ditampilkan sebagai wakil orang Israel yang saleh, dan peristiwa ini menegaskan bahwa semua yang terjadi dalam hidup Yesus adalah karya Allah.

Ramalan Simeon dalam Lukas 2:34-35 menegaskan bahwa Yesus akan menjadi tanda bagi banyak orang, dan Maria akan mengalami penderitaan yang terkait dengan misi Yesus. Ini menunjukkan keterikatan yang kuat antara Yesus dan Maria, di mana Maria tidak hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai murid yang setia.

Refleksi 

Kisah Maria dalam Injil Lukas mengajarkan kita tentang iman, ketaatan, dan peran penting dalam rencana keselamatan Allah. Maria adalah contoh bagi kita semua tentang bagaimana menerima panggilan Tuhan dengan percaya dan bersedia terlibat dalam karya-Nya.

Kita juga diajak untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadi alat dalam rencana Allah, seperti Maria. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menunjukkan iman dan ketaatan kita kepada Tuhan dengan cara yang sederhana, seperti melayani sesama dan menjalani hidup yang mencerminkan kasih Allah.

Maria mengingatkan kita bahwa meskipun kita mungkin tidak selalu memahami rencana Tuhan, kita dapat mempercayai-Nya dan mengikuti jalan yang telah Dia tetapkan untuk kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi bagian dari karya keselamatan yang terus berlangsung dalam dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN HIDUP BERKELUARGA

MARIA DALAM KONSILI VATIKAN II: PERAN, KEDUDUKAN, DAN RELEVANSINYA DALAM SEJARAH KESELAMATAN

PENCIPTAAN DALAM TEOLOGI KATOLIK : MAKNA, KASIH TUHAN, DAN TANGGUNG JAWAB MANUSIA