MARIA DALAM KONSILI VATIKAN II: PERAN, KEDUDUKAN, DAN RELEVANSINYA DALAM SEJARAH KESELAMATAN
Dalam Konsili Vatikan II, para Bapa Konsili menghadapi perdebatan penting tentang bagaimana ajaran mengenai Maria seharusnya dimasukkan dalam dokumen Konsili. Ada dua pandangan utama mengenai hal ini:
-
Pandangan Kardinal Santos Rufini (Manila)Kardinal Rufini mengusulkan agar pembahasan tentang Maria dibuat dalam sebuah dokumen tersendiri. Baginya, hal ini penting untuk menegaskan keunggulan dan martabat Maria dibandingkan dengan Gereja. Ia melihat bahwa Maria memiliki kedudukan yang sangat istimewa, sehingga jika hanya ditempatkan dalam satu bab dalam dokumen tentang Gereja, maka penghormatan terhadapnya akan berkurang. Selain itu, menurut Rufini, mariologi (studi tentang Maria) harus memiliki hubungan erat dengan kristologi (studi tentang Kristus), karena Maria memiliki peran langsung dalam karya keselamatan yang diwujudkan melalui Yesus Kristus.
-
Pandangan Kardinal Francis König (Wina)Berbeda dengan Rufini, Kardinal König berpendapat bahwa ajaran tentang Maria lebih baik diintegrasikan dalam Lumen Gentium, yaitu Konstitusi Dogmatis tentang Gereja. Ia mengajukan beberapa alasan teologis, historis, pastoral, dan ekumenis untuk mendukung pendapatnya. Menurutnya, jika mariologi dijadikan kajian yang terpisah, maka ada risiko bahwa ajaran tentang Maria akan menjadi terisolasi dari keseluruhan teologi Gereja. Dengan memasukkan ajaran tentang Maria dalam Lumen Gentium, pemahaman tentang Maria tetap berada dalam konteks Gereja dan keselamatan, sehingga tidak terpisah dari misteri Kristus. Hal ini juga membantu menghindari kesalahpahaman dalam devosi kepada Maria yang terkadang berlebihan dan terlepas dari ajaran Gereja.
Corak Biblis: Pendekatan Biblis terhadap Maria
Selain perdebatan mengenai posisi Maria dalam dokumen Konsili, para Bapa Konsili juga menegaskan bahwa pemahaman tentang Maria harus berakar pada Kitab Suci. Maria ditempatkan dalam sejarah keselamatan sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Alkitab dan diperdalam oleh ajaran para Bapa Gereja. Oleh karena itu, teologi tentang Maria tidak boleh didasarkan hanya pada tradisi atau devosi belaka, tetapi harus memiliki dasar yang kuat dalam Kitab Suci.
Corak Ekumenis: Maria dan Persatuan Umat Kristen
Konsili Vatikan II juga mempertimbangkan aspek ekumenis dalam ajaran tentang Maria. Paus Yohanes XXIII, dalam pidato pembukaan Konsili pada 11 Oktober 1962, menekankan pentingnya membangun persatuan di antara seluruh umat Kristen. Oleh karena itu, pembahasan tentang Maria di dalam Lumen Gentium lebih menekankan perannya sebagai rekan kerja Kristus dalam karya keselamatan.
Dalam dokumen Konsili, dikatakan bahwa Maria ikut serta dalam karya keselamatan Kristus dengan:
- Mengandung, melahirkan, dan membesarkan Yesus,
- Mempersembahkan-Nya kepada Allah di kenisah,
- Mengalami penderitaan bersama-Nya hingga wafat di kayu salib.
Dengan ketaatan, iman, pengharapan, dan kasihnya yang besar, Maria turut serta dalam rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia.
Corak Keselamatan: Maria dalam Sejarah Keselamatan
Keputusan untuk mengintegrasikan pembahasan tentang Maria dalam Lumen Gentium juga menunjukkan bahwa Maria tidak boleh dilihat secara terpisah dari Gereja dan keseluruhan rencana keselamatan Allah. Konsili menolak pendekatan yang hanya berfokus pada keistimewaan Maria tanpa menghubungkannya dengan Kristus dan Gereja.
Maria memiliki peran yang tidak hanya istimewa tetapi juga unik dalam sejarah keselamatan. Melalui Maria, Yesus menjadi manusia dan masuk ke dalam sejarah manusia. Dengan menerima panggilan sebagai Bunda Yesus, Maria juga dipanggil untuk ikut serta dalam karya penyelamatan bagi seluruh umat manusia.
Keunggulan Maria bukan hanya karena ia dikaruniai banyak keistimewaan, tetapi karena ia menerima panggilan Allah dengan penuh iman dan ketaatan. Oleh karena itu, penghormatan kepada Maria tidak boleh terlepas dari misteri Kristus dan Gereja. Dengan demikian, melalui Konsili Vatikan II, Gereja menegaskan bahwa devosi kepada Maria harus selalu mengarah kepada Kristus dan memperkokoh iman umat kepada-Nya.

Komentar
Posting Komentar